Elearning, Apa Kabar?

Istilah elearning saya rasa bukanlah istilah yang asing bagi telinga kita. Tapi apabila saya tanya elearning itu apa? apa jawaban yang muncul dikepala anda? bisa saja anda menjawab kalau elearning ya pembelajaran lewat internet, atau bahkan dengan tega anda mengangkat tangan dan menjawab bahwa elearning adalah moodle. Dalam tulisan ini saya gak akan membahas definisi atau konsep elearning yang dengan mudah bisa anda cari sana-sini di internet, akant tetapi tulisan ini akan sedikit membicarakan kabar terakhir tentang elearning.

Sebelum saya lanjutkan, apa anda masih penasaran dengan definisi elearning, ok lah ini ada salah satu definisi dari sekian banyak definisi terkait elearning:

e-learning  merupakan  suatu  jenis  belajar  mengajar  yang  memungkinkan tersampaikannya    bahan  ajar  ke  siswa  dengan menggunakan media  Internet,  Intranet atau media jaringan komputer lain (Darin E. Hartley, 2001:1)

Cukup banyak definisi elearning dan yang lebih serunya adalah sebenarnya masih ada juga perdebatan terkait penulisan, ada yang bilang kalau yang bener nulisnya adalah elearning, ada juga yang nulis eLearning dan juga e-learning. Tapi kita g usah ikut-ikutan berdebat dengan model penulisan itu, selera aja, enak kan?

Pada saat anda mengetikkan kata elearning pada google, maka akan anda jumpai alamat-alamat situs elearning yang ada diperguruan tinggi di Indonesia, yang artinya dah cukup banyak yang menerapkannya. Apa kabar dengan tingkat SMA atau SMP? untuk tingkat ini meskipu sebagian sudah menerapkan, akan tetapi belum sebanyak tingkat perguruan tinggi. Setidaknya pada pencarian Google hingga halaman ke 4, saya belum menemukan satupun untuk tingkat SMA dan SMP. Hanya satu yang saya tahu untuk tingkat SMK yakni di e-rpl.com yang merupakan elearning dari jurusan RPL SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Patut disykuri bahwa beberapa waktu lalu sebuah lembaga pemerintah berkampanya keliling Indonesia, masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan ke guru-guru terkait elearning, terutama menggunakan LMS Moodle.

Sebenarnya dengan jumlah user di Indonesia yang cukup besar, dimana didominasi oleh pelajar, maka elearning ini seharusnya sudah waktunya menjadi salah satu opsi untuk menambah daya gedor(maklum suka bola) pendidikan setingkat SMA atau SMP. Ditambah lagi dengan adanya social media yang sudah begitu melekat dengan para pelajar, maka sebuah ide kreatif untuk menggabungkannya mutlak diperlukan. Untuk model seperti ini sekarang dikenal dengan istilah elearning 2.0(saya usahakan untuk menulis terkait elearning 2.0)

Terkait dengan teknologi elearning, saat ini begitu banyak pilihan yang bisa anda gunakan, baik untuk LMS (open source atau berbayar) atau juga teknologi untuk membuat content elearning. Untuk LMS, sebut saja mulai dari Moodle, Dokeos, ILIAS, Blackboard, hotChalk, aTutor dan banyak lagi yang lainnya. Untuk pembuatan content elearning, anda juga punya banyak pilihan mulai dari Exe, Hot Potatoes atau dengan mengkombinasikan tool-tool gratis lainnya.

Untuk software pembuatan content elearning yang tidak gratis misalnya dari Adobe. Adobe memiliki produk bernama Adobe Captivate dan Adobe elearning suite. Dua produk ini sebenarnya mirip dan memang fokus untuk membuat konten elearning yang istilah inggrisnya Rich content. Bedanya adalah kalau Elearning suite isinya berupa Adobe Captivate dengan beberapa produk Adobe lainnya seperti Dreamweaver, photoshop, Soundbooth dan lain-lainnya. Bahkan untuk Adobe Captivate dari hasil browsing terbaru, content yang dibikin lewat software tersebut bisa jalan di Android.

Dari tulisan ini sebenarnya bisa disimpulkan bahwa dukungan teknologi untuk elearning saat ini sudah begitu luar biasa, istilah gampangnya kita tinggal pilih yang mau kayak gimana. Yang menjadi pertanyaan adalah maukah kita, khususnya para tenaga pendidik untuk bareng-bareng ber elearning ria…? -bersambung-

 

Be Sociable, Share!

Related Posts:

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *