Hati-hati Dengan Status Facebook Anda

Gara-gara Facebook, seorang guru terancam diberhentikan, gara-gara status facebook juga seorang mahasiswa didemo orang sepulau. Di belahan wilayah lainnya, seorang karyawati langsung dipecat secara online karena si bos baca statusnya. Bagaimana dengan status Facebook anda?

Dipecat karena kesalahan di Facebook

Saya pernah ngobrol dengan salah satu orang tua siswa, beliau risih dengan salah satu account guru anaknya. Guru yang biasa tampil sopan saat di sekolah, sangat bertolak belakang dengan status yang ditulisnya di FB yang parahnya juga ditambah foto yang sangat tidak mencerminkan seorang guru. Lebih menyedihkan lagi, anaknya dan beberapa teman kelasnya menjadi list teman dari guru tersebut.

Peribahasa lama “mulutmu harimau mu” saat ini masih berlaku secara offline, dan mungkin secara online bisa kita gantikan “jarimu harimaumu” (ngawur:modeon). Seringkali kita tidak sadar saat ingin mengungkapkan sesuatu, baik rasa duka, benci dan bahagia melalui sosial media. Kita ingin teman-teman kita tahu apa yang sedang kita lakukan atau yang sedang kita rasakan. Apalagi saat emosi lagi memuncak, maka otomatis tingkat kehati-hatian akan menurun drastis.

Facebook secara sapu rata menganggap semua orang yang di list kita adalah teman atau Friends. Padahal apabila kita kelompokkan lagi, saya yakin di list anda akan muncul beberapa kelompok, misalnya: teman SD, teman SMP, teman SMA, Teman kuliah, Dosen kita, guru kita, teman kerja, bos kita atau bahkan calon mertua.

Facebook menghubungkan anda dengan semua orang (sumber gambar: flatclassroom11-1.flatclassroomproject.org)

Facebook menghubungkan anda dengan semua orang (sumber gambar: flatclassroom11-1.flatclassroomproject.org)

Saat kita mengupdate status kita, maka semua orang dalam list kita akan bisa melihat dan membaca apa yang kita tulis. Apalagi jika ada diantara orang di list kita memakai alert atau pop up apabila ada status baru yang muncul. Nah apabila tidak hati-hati, maka bisa jadi tulisan status kita akan menyakiti, melukai, membikin panas telinga atau bahkan bisa jadi orang lain akan membuat kesimpulan yang salah tentang kita. Dan yang paling parah seperti kasus yang saya tuliskan di awal tulisan ini.

Selain kehati-hatian terkait dengan kasus di atas, saya rasa kehati-hatian ini juga sangat diperlukan bagi anda yang masih berstatus sebagai siswa atau mahasiswa. Bisa jadi guru atau dosen anda juga mengamati perilaku anda di dunia maya (I think I am one of them, so get ready kiddo!!!).

Bisa saja kedepannya, saat anda melamar kerja maka pihak perusahaan akan mensyaratkan account FB anda seperti yang sudah terjadi di beberapa negara. Sangat mungkin pihak perusahaan akan mempertimbangkan tingkah polah kita selama di FB sebagai pertimbangan. Jangan sampai hanya karena track record di FB, kita batal diterima kerja (hemm… mindset jadi karyawan, mental inlander ni.. he.. he.., just an example).

Sebuah pertanyaan mungkin muncul, “apa nggak ada caranya biar aman di FB?”. Tentu saja ada. Setidaknya ada beberapa cara.

Cara yang pertama tentu saja jaga hati, jaga mulut dan jaga jari anda. Yakni sebelum anda menuliskan status, coba pikir lagi wilayah yang akan terkena dampak status anda. Pastikan status anda aman untuk semua wilayah.

Cara yang kedua yakni pengaturan pada account anda. Anda bisa mengatur setting account anda agar status yang anda tulis hanya bisa di baca oleh teman anda saja, atau oleh kelompok teman yang anda atur. Anda juga bisa mengaturya agar status anda tidak bisa dilihat oleh beberapa orang di list anda. Pengaturan ini bisa anda lakukan melalui menu Profil -> Privacy setting, seperti pada gambar di bawah ini:

Bagi anda yang terbuka dan merasa aman dengan status anda,dan anda tipikal orang yang ingin banyak ditemukan oleh orang lain, maka anda bisa mengatur status anda agar semua orang, tidak hanya teman anda, bisa melihat status anda.

Jadi mulai sekarang, sebelum jari-jari anda menari-nari di atas keyboard anda menuliskan status FB, coba pikir-pikir ulang status yang anda tulis.

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *