Mengenal Bagaimana Netflix Menerapkan Big Data

Netflix yang kita kenal saat ini merupakan sebuah penyedia layanan streaming berbayar dengan jumlah pelanggan sekitar 65 juta yang tersebar di lebih dari 50 negara. Sebelum menjadi penyedia jasa layanan streaming, Netflix mengawali bisnisnya dengan menyewakan DVD yang dikirim melalui jasa pengiriman. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1997 ini memulai layanan video-on-demand pada Februari 2007 dan mulai memproduksi sendiri beberapa filmnya pada tahun 2013. Saat ini lebih dari 100 juta jam tayangan tv dan film yang dilihat para pelanggannya setiap hari. Data yang terkumpul dari jutaan pengguna ini diamati guna memperoleh informasi tentang bagaimana kebiasaan para pelanggan dalam melihat tayangan yang ada di Netflix. Pada tulisan kali ini kita akan mengenal bagaimana Netflix menerapkan big data.

Mengenal Bagaimana Netflix Menerapkan Big Data

Apabila anda ingin mengetahui bagaimana seriusnya Netflix dalam penerapan big data, silahkan kunjungi halaman website Netflix untuk lowongan kerja, anda bisa membukanya di https://jobs.netflix.com/jobs . Sebagian besar lowongan sangat kental kaitannya dengan pengolahan big data. Upaya Netflix ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2006 dengan mengadakan lomba berhadiah  satu juta dollar bagi siapapun yang dapat membuat algoritma terbaik. Algoritma ini untuk memprediksi bagaimana pelanggan memberikan rating berdasarkan rating-rating sebelumnya. baru pada tahun 2009 pemenangnya diumumkan.

Saat itu para analis masih kerepotan dengan kurangnya informasi yang mereka miliki terkait dengan para pelanggan Netflix. Hanya empat data points yang mereka miliki yakni id customer, id movie, rating dan tanggal kapan film dilihat. Seiring dengan semakin banyaknya pengguna streaming Netflix, maka semakain banyak data point yang terkumpul. Data ini akhirnya memungkinkan Netflix untuk membuat model untuk memprediksi tayangan apa yang akan disukai oleh para pelanggan mereka.

Upaya lain yang dilakukan Netflix adalah dengan memberi upah ke ribuan orang untuk melihat tayangan mereka dan kemudian memberi informasi berupa tag. Informasi berupa tag ini selanjutnya digunakan untuk memberikan rekomendasi terhadap tayangan yang dilihat oleh pelanggan yang memiliki tag yang mirip. Para penonton bayaran ini harus mematuhi buku panduan yang telah dibuat oleh Netflix. Tag yang dibuat tidak hanya terdiri dari koleksi kata-kata sederhana saja. Tag yang dibuat berdasarkan topik permasalahan yang ada pada film dan juga motif didalamnya. Misalnya “seorang karakter perempuan membuat keputusan pada pilihan yang rumit “. Dari langkah pemberian tag ini, Netflix mampu mengidentifikasi hampir 80 ribu micro-genres seperti “film komedi menampilkan hewan yang berbicara”.

mengenal bagaimana netflix menerapkan big data

Selain sebagai penyedia layanan streaming, Netflix juga mulai memproduksi tayangan mereka sendiri. Langkah ini juga dilakukan berdasarkan data yang mereka peroleh. Salah satu contohnya adalah dari hasil pengolahan data yang mereka miliki menunjukkan bahwa banyak pelanggan yang menyukai tayangan yang dibintangi oleh Kevin Spacey dan di sutradarai oleh David Fincher. Akhirnya setelah sukses bernegosiasi dengan pihak HBO dan ABC untuk hak cipta dari House of Cards, maka Netflix mulai memproduknya sendiri. Semua aspek yang ada pada film ini didasarkan pada data yang mereka miliki, misalnya range warna yang digunakan pada cover image.

Data Apa Yang Digunakan Pada Penerapan Big Data di Netflix?

Hasil rekomendasi tayangan yang diperoleh oleh para pelanggan diperoleh berdasarkan data tentang judul apa yang dilihat, berapa kali dalam sehari melihat film, waktu yang dibutuhkan untuk memilih film, sebarapa sering tayangan terhenti( karena pelanggan menekan tombol pause ataupun karena lambatnya jaringan ) dan berapa rating yang diberikan. Selain itu juga mengambil data terkait delay karena buffering dan juga bitrate yang mempengaruhi kualitas gambar. Data lokasi dari pelanggan saat melihat tayangan juga disimpan.

Hasil Penerapan Big Data

Hasil penerapan big data pada Netflix selain memberikan keuntungan secara finansial juga mampu menambah jumlah pelanggan hingga mencapai 4.9 juta pada kuarter pertama tahun 2015. Saat ini Netflix mampu memprediksi dengan lebih akurat film apa yang anda sukai dan juga mampu memprediksi film-film apa yang akan anda lihat. Kini Netflix juga melakukan langkah lain dengan mengambil snapshot dari film yang diputar dan menyimpannya dalam format Jpeg. Hasilnya kemudian akan dianalisa dengan menggunakan teknologi canggih semacam pengenalan wajah dan juga analisa warna. Snapshot ini diambil secara otomatis baik melalui interval waktu atau saat pelanggan melakukan langkah tertentu, misalnya menakan tombol pause atau stop. Misalnya saat pelanggan cenderung menekan tombol Stop saat melihat tayangan yang mengarah ke pornografi atau saat melihat tayangan yang sadis, maka Netfilx akan mampu memberikan rekomendasi tayangan lainnya yang tidak menampilkan adegan sejenis saat pelanggan memilih film yang ingin dilihat.

 

Referensi:

  • Bernard Marr, “Big Data in Practice”, Wiley 2016.
  • http://techblog.netflix.com
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Netflix

 

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *