Mengenal Database MongoDB

MongoDB yang diturunkan dari kata humongous, merupakan database jenis baru yang tidak menggunakan konsep tabel, schema, SQL ataupun rows. MongoDB tidak memiliki transaction, join, foreign key, atau berbagai fitur lainnya yang sering kali bikin pusing. Singkatnya, MongoDB merupakan database yang berbeda daripada database yang biasa kita gunakan, terutama bagi kita yang terbiasa dengan Relational Database Management System (RDBMS).

Prinsip Dasar MongoDB

Prinsip dasar yang dianut oleh MongoDB adalah “one size does not fit all”. Sekian lama database relasional telah digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data. Tidak perduli apakah data yang disimpan cocok dengan model relasional atau tidak. Contoh database relasional seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle dan lain-lain. Salah satu alasannya adalah kemudahan untuk menyimpan dan membaca data dari database dibandingkan harus menulis ke sebuah file sistem.

Tim MongoDB ingin membuat database yang bekerja dengan dokumen bukan dengan baris atau row. Database yang benar-benar cepat dan gampang digunakan. Untuk dapat melakukan hal ini, tim MongoDB harus meninggalkan berbagai fitur database pada umumnya, dimana salah satu resikonya menjadikan MongoDB bukan pilihan yang ideal untuk situasi tertentu. Misalnya MongoDB tidak terdapat transaction, sehingga anda tidak akan dapat menggunakannya untuk membuat aplikasi accounting.

Meskipun MongoDB tidak dapat menjadi solusi untuk semua permasalahan anda, akan tetapi anda akan memahami bahwa ada beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan sempurna oleh MongoDB. Misalnya seperti data analisis layaknya Google Analytic serta data yang kompleks seperti posting blog, dan komentar.

Konsep lain dari MongoDB adalah sebaiknya terdapat lebih dari satu copy database. Apabila sebuah database gagal, maka dengan mudah akan di restore dari server yang lain. Karena MongoDB bertujuan agar dapat berjalan secepat mungkin, maka MongoDB menggunakan beberapa jalan pintas, sehingga akan sulit untuk diperbaiki apabila terjadi crash.

Sampai disini anda telah mengenal MongoDB. Bahwa MongoDB tidak ditujukan untuk semua orang. Akan tetapi bagi anda yang memutuskan untuk menggunakannya, MongoDB menyajikan sebuah rich document oriented database yang dioptimasi untuk kecepatan dan skalabilitas. MongoDB juga dapat berjalan dimana saja, sesuai yang disajikan pada website download MongoDB yang menyediakan untuk Linux, Mac OS dan Windows.

Contoh Database Dokumen MongoDB

Sebuah record di MongoDB merupakan sebuah dokumen, yakni sebuah struktur data yang tersusun dari field dan pasangan nilai. Dokumen MongoDB mirip dengan obyek JSON. Value dari sebuah field bisa berisi dokumen lain, array, atau kumpulan dokumen. Berikut ini contoh datanya.

contoh database dokumen mongodb

Dari contoh data dokumen diatas, dapat dengan mudah dipahami isi data dan nama fieldnya. Diasumsikan sue memiliki dua group yakni news dan sports.

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *