Penerapan Big Data: Walmart

Pada pembahasan penerapan Big Data kali ini akan kita bahas tentang penerapan big data oleh Walmart. Strategi yang digunakan walmart dalam memanfaatkan big data dan juga beberapa kejadian yang dialami akan dibahas pada tulisan ini.

Latar Belakang Penggunaan Big Data

Walmart merupakan salah satu perusahaan waralaba terbesar didunia dengan jumlah pegawai hingga 2 juta lebih dan tokonya tersebar sebanyak 20000 di 28 negara.

Pada tahun 2004, saat terjadinya badai Shandy di America, Walmart menyadari bahwa barang yang laris terjual selain senter dan peralatan keselamatan lainnya, adalah kue cracker merk Pop Tart. Dengan melihat ini, Walmart menyadari perlunya memandang data secara keseluruhan, bukan parsial. Sehingga pada saat muncul informasi akan adanya badai di Prancis, Walmart menambah stok untuk barang-barang tersebut pada sejumlah toko yang berdekatan dengan jalur yang akan dilewati oleh badai tersebut.

Pada tahun 2015, Walmart mengumumkan bahwa mereka sedang dalam proses pembuatan data cloud terbesar didunia. Data cloud ini digunakan untuk memproses data informasi berukuran 2,5 peta byte yang dihasilkan tiap jamnya.

Penerapan Big Data oleh Walmart

Bisnis retail merupakan bisnis yang sangat kompetitif, perbedaan harga sekecil apapun dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu barang atau tidak. Selain itu, kelengkapan jenis barang juga mempengaruhi konsumen. Saat konsumen tidak menemukan barang yang dicari, maka akan berpindah ke toko yang lain. Sehingga perlunya menyediakan berbagai jenis barang dalam satu toko. Hal itulah yang dilakukan oleh Walmart.

Penerapan big data oleh walmart

Langkah Walmart ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2011 dengan membentuk tim @Walmartlabs dan tim Fast Big Data. Tim ini bermarkas di Data Cafe yang berlokasi di Bentonville, Arkansas. Dilokasi ini, tim tersebut dapat memonitor 200 aliran data baik internal atau eksternal secara real time dimana didalamnya termasuk database berukuran 40-petabytes dari keseluruhan transaksi yang terjadi di pekan sebelumnya.

Ditempat ini juga terdapat sistem yang memonitor indikator performance dari keseluran perusahaan yang tersebar di berbagai negara. Terdapat mekanisme alert yang akan memberitahukan saat mencapai level tertentu, yang akhirnya akan memberitahukan ke anggota tim yang bertanggung jawab di bidang itu. Misalnya pernah muncul kejadian yang agak menggelikan sekaligus mengkhawatirkan. Suatu hari, pada saat perayaan Halloween, salah satu merk permen terjual laris di berbagai toko Walmart, akan tetapi di beberapa lokasi, tidak satupun permen tersebut terjual. Hal ini akhirnya memicu alert yang memberitahukan ke tim yang bertanggung jawab pada toko-toko tersebut dan dengan cepat dapat diketahui bahwa merk permen tersebut ternyata belum ditaruh di rak penjualan. Hal ini sebenarnya tidak melibatkan algoritma yang rumit, akan tetapi tidak akan mungkin diketahui tanpa adanya analisa yang real time.

Salah satu inisiatif Walmart yang lain adalah Social Genome Project yang bertugas untuk memonitor percakapan di sosial media dan berusaha untuk memprediksi barang apa yang akan dibeli berdasarkan percakapan yang terjadi. Walmart juga memiliki layanan Shopycat yang mempredikasi bagaimana kebiasaan berbelanja seseorang dipengaruhi oleh temannya. Lagi-lagi melibatkan sosial media.

Data Apa Yang Digunakan?

Data yang digunakan adalah data yang berasal dari database yang secara konstan diperbarui. Data ini berisi 200 Milyar baris data transaksi dan data ini hanya mewakili transaksi yang terjadi beberapa minggu sebelumnya.
Selain itu juga digunakan data yang berasal dari lebih 200 sumber data yang beberapa diantaranya termasuk data meteorologi, data ekonomi, data telekomunikasi, data sosial media, harga bahan bakar dan juga data-data kegiatan yang sedang berlangsung di toko-toko Walmart.

Hasil Penggunaan Big Data

Salah satu hasil yang diperoleh dari penggunaan BigData ini selain dari penjualan adalah lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui sebuah permasalahan dan jumlah solusi yang diusulkan dimana sebelumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu menjadi hanya 20 menit saja saat ini.

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *