Semakin Cerdasnya Lampu Lalu Lintas (a Paper Resume on Traffic Intelligent System)

Beberapa hari yang lalu kangtanto browsing-browsing tentang intelligent system di websitenya IEEE. Salah satu paper yang berhasil kangtanto baca adalah tentang Intelligent Cross Road Traffic Management System yang ditulis oleh Ahmed S Salama, Bahaa K.Saleh dan Mohammad M. Eassa. Paper ini membahas tentang sistem cerdas pada lampu lalu lintas yang cocok diterapkan di kota-kota besar dan salah satu fitur yang saya sukai adalah sistem ini mampu memberi solusi untuk kondisi darurat, misalnya ambulan, dengan membuka jalur bebas hambatan menuju rumah sakit.

Beberapa hal yang melatar belakangi penelitian ini antara lain:

  • Munculnya kemacetan yang panjang di beberapa jalur protokol yang akhirnya menimbulkan waktu yang cukup lama untuk menunggu yang juga berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar yang sia-sia selama menunggu
  • Kembali ke model manual, kadang kala bisa menyelesaikan masalah terutama saat di perempatan
  • Penggunaan sistem kontrol lalu lintas belum memberikan prioritas berupa nyala lampu hijau lebih lama pada jalur-jalur yang lebih padat penggunanya
  • Memberikan nyala lampu hijau pada bagian jalan yang sebenarnya tidak membutuhkan
  • Tidak ada informasi yang bisa kita andalkan untuk memberikan prioritas atau mengambil keputusan

Dengan usulan desain intelligent ini nantinya diharapkan:

  • Mampu menanggulangi masalah kemacetan dan mengurangi waktu tunggu saat di lampu merah
  • Mampu memberikan jaminan adanya jalur bebas hambatan khusus untuk keadaan darurat
  • Menghilangkan campur tangan manusia pada sistem otomatis dengan mengandalkan sepenuhnya pada kontrol cerdas yang diusulkan pada paper ini
  • Memberikan informasi pada polisi atau dinas terkait mengenai keadaan lalu lintas yang bisa menjadi bahan dalam mengambil keputusan

Bagian-bagian penting dari sistem ini antara lain:

1. Central Contro System

Bagian ini dipasang pada kotak yang berada pada lampu lalu lintas. Fungsi utama dari bagian ini antara lain:

  • Melakukan proses penggantian dari model otomatis ke model manual, tergantung dari logic program sistem
  • Memilih lampu merah mana saja yang perlu dibuka atau ditutup berdasarkan prioritas dari system cerdas
  • Menangani beberapa kasus mendadak (alarm polisi, ambulans dll)
  • Menerima hasil baca dari sensor dan menyimpannya pada database lokal yang secara realtime dapat memperbarui database yang ada di pusat kendali, misalnya dinas yang mengurusi lalu lintas. Database pusat ini dapat digunakan untuk mengendalikan semua lampu lalu lintas yang ada serta dapat berfungsi sebagai data mining yang selanjutnya dapat digunakan oleh sistem dalam menentukan bobot dan prioritas arah jalur lalu lintas.

2.    Sensor
Ada dua tipe sensor yang dipasang. Tipe pertama untuk mengecek apakah jalur jalan berikutnya lancar atau tidak. Sensor-sensor ini diletakkan pada posisi-posisi yang tepat sesuai dengan keputusan dinas marga atau terkait. Tipe kedua terdiri dari 4 sensor mulai dari S0 sampai S3. Sensor-sensor ini diletakkan berdasarkan urutan berikut ini S0 berada pada lampu lalu lintas dan sisanya yakni s1-s3 didistribusikan dengan jarak yang sesuai dengan lalu lintas di area tersebut. Jarak ini ditentukan setelah sebelumnya dilakukan kajian yang telah dilakukan oleh dinas terkait. Semua sensor diletakkan pada satu sisi yang sama dan lebih baik pada sisi yang tidak ada jalur keluarnya
3.    Contingency Case alarm
Bagian ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga misalnya sirene polisi, sirene ambulan, sirene pemadam api atau kondisi darurat lainnya yang membutuhkan jalur bebas hambatan. Kondisi ini bisa dilaporkan dengan menggunakan salah satu cara dari dua cara yang bisa ditempuh.

  • Pemasangan RFID(Radio Frequency Identification) pada kendaraan-kendaraan yang membutuhkan fasilitas ini yang selanjutnya akan dideteksi oleh RFID reader yang terletak disebelah sensor, misalnya sensor S3 yang merupakan sensor terjauh. Hasil pembacaan RFID selanjutnya akan dikirim ke control pusat untuk mengambil keputusan yang tepat.
  • Mobil dengan kebutuhan emergency tersebut dilengkapi dengan peralatan mobile yang akan mengirim sinyal ke control system untuk membuka jalur

4.    Traffic Light
Terhubung dengan kotak kontrol dan bekerja sesuai dengan instruksi yang dikirim oleh sistem kontrol pusat

Dengan adanya sistem ini, yang mengandalkan tingkat prioritas jalur-jalur tertentu, akan memudahkan dalam mendeteksi kasus-kasus darurat seperti ambulan, melalui teknologi RFID dan mobile device pada kendaraan yang dipergunakan dan pada akhirnya memunculkan jalur yang bisa ditempuh untuk kondisi-kondisi darurat tersebut

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *