Tips Untuk Mengenali Berita Palsu atau Hoax

Menjelang pemilihan umum tahun 2019, maka makin banyak berseliweran berita-berita palsu atau hoax dari tiap-tiap pendukung masing-masing kubu. Berita-berita palsu atau hoax dimunculkan untuk menjatuhkan kubu lawan, untuk membuat ragu pendukungnya, atau bahkan untuk mempoisisikan penyebar berita palsu sebagai korban guna meraih simpati dari warga internet. Sebagai pengguna smartphone, kini netizen lebih mudah untuk menyebarluaskan berita-berita atau informasi yang masuk ke perangkat mereka, entah via Whatsapp, Facebook, Twitter atau media lainnya.

Mengenali Hoax atau Berita PalsuApakah informasi yang masuk atau bahkan kita sebarkan merupakan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Berikut ini tips untuk mengenali berita palsu atau hoax, sehingga minimal kita tahu cara mengenalinya terlebih dahulu sebelum kita ikut menyebarkannya.

Tips #1: Jangan Hanya Baca Judulnya Saja

Seringkali netizen panas duluan saat membaca judul berita yang memang sengaja dibuat provokatif. Bisa jadi karena kesibukannya atau karena emosi yang sudah terlanjur naik, kita langsung share informasi tersebut tanpa membaca isinya. Pembuat atau penyebar berita palsu mengetahui hal ini, sehingga mereka sengaja membuat judul-judul dengan memanfaatkan kecenderungan perilaku dari netizen saat membaca berita yang provokatif atau mengagetkan mereka.

Saat kita menyempatkan membaca isi dari berita tersebut, maka akan sering kita temukan bahwa antara isi dan judul tidak ada keterkaitan sama sekali. Dinisilah kita perlu bijak untuk mau membaca isi berita sebelum kita langsung menyebarkannya.

 

Tips #2: Cek Situs atau Media Mana Yang Menyebarkannya

Situs-situs penyebar berita palsu atau hoax tumbuh subur di internet. Sudah bukan hal yang mengherankan, karena mereka mendulang pundi-pundi uang dari hasil berita-berita palsu atau hoax yang mereka sebarkan. Situs-situs ini biasanya penuh dengan iklan-iklan dan judul-judul informasi yang apabila kita baca akan membuat kita semakin ragu bahwa situs-situs ini merupakan situs yang layak dipercaya atau tidak.

Konten atau isi berita dari situs-situs ini kalau dicek kembali sebagian besar bukan merupakan konten yang berkualitas, hanya meniru-niru dari berita yang lagi ramai dibahas oleh netizen. Selain itu, cek juga alamat situs tersebut, pastikan bukan merupakan situs penyebar hoax yang berpura-pura menjadi situs yang dapat dipercaya.

 

Tips #3: Cek Link atau Sumber Yang Digunakan

Sumber data baik berupa link atau sumber lainnya yang disebutkan secara jelas akan membuat sebuah informasi dipertimbangkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipercaya. Ketiadaan link atau sumber lainnya yang ada dalam sebuah berita, sangat memungkinkan untuk menjadi salah satu pertimbangan dalam memutuskan bahwa informasi tersebut merupakan berita palsu atau hoax. Kalaupun link atau sumbernya disebutkan, kita perlu cek kembali link atau sumber tersebut. Situs penyebar hoax biasanya juga menaruh link di dalam berita yang mereka muat, akan tetapi link-link tersebut aslinya juga menyangkut situs-situs yang serupa atau sejenis.

 

Tips #4: Apabila Terdapat Foto, Cek Keasliannya

Google telah lama menyediakan fitur pencarian gambar berdasarkan gambar yang kita miliki. Anda cukup melakukan drag and drop pada halaman images google dan Google akan mencari berdasarkan kemiripan gambar tersebut dengan gambar-gambar lainnya. Fitur ini berguna untuk mengecek apakah sebuah foto yang ada dalam sebuah berita merupakan foto yang asli atau sesuai dengan berita tersebut atau tidak. Seringkali penyebar berita palsu menggunakan foto-foto kejadian yang telah lampau dan membuat informasi baru yang palsu. Saat ini banyak situs-situs atau aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengecek atau mencari gambar yang mirip dan dapat kita gunakan sebagai salah satu cara untuk mengecek sebuah berita itu palsu atau tidak.

 

Tips #5: Berfikirlah Sebelum Anda Ikut Menyebarkannya

Hoax atau berita palsu bergantung pada para netizen untuk ikut membantu menyebarluaskannya. Selain bertujuan untuk mendapatkan pundi-pundi uang dari hasil kunjungan netizen, penyebar berita palsu juga memiliki tujuan-tujuan lainnya. Menjelang Pemilu 2019, salah satu tujuan utama adalah untuk mengalahkan kubu lawan dengan menyebarkan berita-berita palsu. Untuk itu, sebagai netizen anda perlu berfikir ulang, perlu cek kembali informasi sebelum anda ikut menyebarkannya.

Be Sociable, Share!

Related Posts:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *