Namamu Muhammad Yusuf Al-Fatih

Saat rantai-rantai baja bergerigi yang membatasi seluruh garis pantai Kontantinopel menjadi penyebab tenggelamnya kapal-kapal perang Turki, ia mengambil sebuah keputusan yang belum pernah diambil oleh seorang pemimpin perang di zamannya. Sebuah keputusan brilliant yang lahir dari keluasan ilmunya, baik dibidang perang, matematika, sains dan juga ilmu-ilmu keislaman seperti bahasa Arab, ilmu tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, sastra, dan lainnya. Ia memutuskan untuk menyeberangkan 70 kapal perang pasukannya melalui selat bosphorus menuju selat tanduk dengan menggunakan tenaga manusia. Sejumlah 70 kapal dipindahkan melewati gunung-gunung dengan menggunakan minyak dan gelondongan kayu hanya dalam waktu satu malam.

Pemimpin brillian itu adalah Muhammad Al-Fatih, sang pemimpin yang mengomandani sekitar 250 ribu pasukan, dimana setengahnya tidak pernah lalai tahajud setiap malamnya. Seorang pemimpin yang oleh Rasulullah disebutkan dalam sabdanya

“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin pasukan pada saat itu dan sebaik baik pasukan adalah pasukan pada saat itu.”

Di usianya yang ke 23 tahun, Muhammad Al-Fatih berhasil memimpin pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel dalam perang 52 hari. Sebuah kemenangan yang telah dinanti lintas generasi, terhitung sekitar 852 tahun setelah hadits Rasulullah.

Muhammad Al-Fatih bukanlah seorang pemimpin yang tiba-tiba muncul. Ia telah disiapkan semenjak belia untuk menjadi seorang pemimpin yang handal. Guru masa kecilnya As Syeikh As Semsettin yang mengajari al- Quran, bahasa, matematika, sejarah, dan strategi perang pun selalu memberikan keyakinan akan kemampuan Al Fatih untuk menguasai Konstantinopel.

Itulah alasan pertama mengapa abi memberikan nama mulia itu kepadamu wahai anak lelaki ku. Abi berharap engkau meneladani aklhak beliau yang merupaka seorang pemimpin yang tawadu’, yang semenjak baligh tidak pernah meninggalkan sholat tahajud. Seorang lelaki yang mengkombinasikan antara keluasan ilmu, ketaatan terhadap Allah dan juga fisik yang kuat.

Adapun nama “Yusuf”, abi dan ummi tambahkan karena pada saat engkau ada dalam kandungan, Surat Yusuf merupakan surat favorit yang dibaca oleh ummi atau ibumu. Ketahuilah ada tauladan hebat dalam diri Nabi Yusuf AS yang dikisahkan dalam surat tersebut. Sebuah tauladan dari seorang lelaki yang ganteng dan sholeh, lelaki yang takut pada Allah meskipun peluang berzina ada didepan mata.

Zaman yang akan kau hadapi bukanlah zaman abi dan ummi mu, itu merupakan zaman mu sendiri. Bisa jadi zaman itu lebih menakutkan tingkat kemaksiatannya dan tingkat godaan wanita-wanitanya. Maka dari itu, ingatlah akan tauladan Nabi Yusuf, kuatkanlah imanmu, dan takutlah pada Allah seperti saat Nabi Yusuf menolak ajakan untuk berzina yang datang dari seorang wanita yang sangat cantik lagi berkedudukan.

Baiklah nak, abi dan ummi berharap dan berdoa engkau sebagai anak lelaki kami akan mampu menjadi seorang pemimpin yang sholeh dan tawadu’, yang luas ilmunya, yang kuat fisiknya dan yang takut pada Allah.

Amiin..

Referensi:

  • http://kasatrianstks.wordpress.com/2011/09/07/muhammad-al-fatih/
  • http://majalah.hidayatullah.com/?p=1100
  • http://www.belajarislam.com/30/
  • http://www.facebook.com/notes/ceramah-ramadhan/mengambil-pelajaran-pada-muhammad-al-fatih-dalam-penaklukan-konstantinopel/365875889945
  • http://www.ustsarwat.com/web/berita-77-muhammad-alfatih-sang-penakluk-konstantinopel-1453.html

 

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

  • No Related Post
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *