TransTv Day 1

Misi ke TransTV dimulai hari Senin(12/09) dimana saya bersama dua teman saya yang lain yaitu pak Citra dan Alimudin,  berangkat dari Surabaya menuju Jakarta dengan pesawat pukul 6 pagi. Sesampainya di Jakarta kami langsung menuju gedung Trans  di Jl.Kapten Tendean untuk menemui contact person kami yaitu pak Angga dari departemen Transmisi yang notabene juga beralmamater PENS juga.
Sebelum ke ruang departemen Transmisi, kami terlebih dahulu meninggalkan KTP di ruang lobby untuk mendapatkan kartu akses  sebagai visitor. Departemen Transmisi berada di lantai 7 dan disanalah kami bertemu dengan pak Angga yang selanjutnya kami diskusikan tentang misi kami bertiga. Akhirnya muncul keputusan untuk hari pertama kami akan diajak berkeliling ke seluruh bagian yang ada di gedung Trans untuk mengetahui dari hulu ke hilir proses yang terjadi hingga gambar diterima pemirsa televisi di rumah. Tur ini dimulai sekitar pukul 10.30 dengan tour guide kami mas Adhi Kumara dari bagian transmisi juga.

Bagian pertama yang kami kunjungi adalah bagian News yang terletak di lantai 3. Pada bagian ini, kami dijelaskan mengenai alat yang digunakan untuk merekam siaran televisi dari luar negeri. Alat ini diperlukan semisal untuk mengambil beberapa siaran yang diperlukan yang nantinya juga akan ditayangkan kembali oleh transTV, misalnya tayangan dari (Voice of America)VOA. Biasanya dari pihak news TransTV diberitahukan sebelumnya oleh pihak VOA tentang kapan berita yang dimaksud akan ditayangkan oleh VOA, sehingga pihak news TransTV bisa menyiapkan untuk melakukan perekaman.

Gedung TransTV dan Trans7

Gedung TransTV dan Trans7

Selanjutnya kami dibawa kebagian KORDA atau Koordinator Daerah dimana Korda ini mengkoordinasikan para kontributor TransTV yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pada bagian ini kami dijelaskan secara singkat mengenai alur liputan berita hingga hasilnya disiarkan. Pada bagian ini diperlihatkan FTP server yang menampung video-video hasil kiriman dari para kontributor tersebut.

Hasil-hasil video ini selanjutnya akan dicek terkait kualitas gambar dan suaranya. Jika sudah OK, maka file-file video ini selanjutnya akan di edit dengan berdasarkan naskah yang telah dibuat. Biasanya naskah juga dikirimkan oleh kontributor yang selanjutnya juga akan diedit pada bagian news. Pada bagian editing video, pekerjaan yang dilakukan dimulai dari editing video dan audio hingga dubbing jika diperlukan. Pada tiap bagian editing, akan mendapatkan jatah video berita yang mereka edit berdasarkan rundown yang telah dibuat. Apabila editing dan penggabungan audio hasil dubbing telah selesai, maka dilakukan printing atau pemindahan dari file ke tape.  Setelah semuanya OK, maka tape ini selanjutnya akan masuk ke Control Room.

Control RoomControl Room merupakan ruangan yang selanjutnya kami kunjungi pada bagian News ini. Sesuai dengan namanya, dari sinilah semuanya diatur, mulai dari audio man, lighting, dan juga kamera yang aktif. Pada Control Room disekat menjadi dua ruangan dimana ruangan yang pertama berisi mixer audio dan mixer lighting. Karena saat itu sedang pengambilan gambar secara live acara Insert, maka ruangan kedua ini penuh dengan tim yang terdiri dari Produser, Asisten Produser, switcher sekaligus director, dan beberapa orang lainnya yang mengoperasikan VTR, menuliskan title, menuliskan tele prompter dan sekaligus mengatur kecepatannya.

Di TransTV seorang director selalu merangkap menjadi seorang switcher, dimana dialah yang bertugas untuk memilih kamera yang aktif dan selanjutnya “mencet tombol” untuk tampilan yang dibroadcast ke pemirsa. Sedangkan seorang petugas VTR bertugas memasukkan atau mengeluarkan tape yang akan diputar sesuai dengan run down acara. Run down acara disini yang dimaksud adalah susunan detail waktu acara, mulai detik keberapa mulai iklan dan berapa menit sebuah segment berlangsung. Disebelah petugas VTR atau disebut juga VTR man, duduk Asisten Produser yang mengamati secara detail play list yang perlu dimainkan.

Hampir secara keseluruhan sistem telah terotomasi, misalnya untuk mencegah tape telat dimasukkan padahal hasil liputan gosip untuk Insert saat itu harus ditampilkan, maka beberapa menit sebelumnya telah terjadi proses handshaking antara sistem dengan VTR, apabila ternyata terdeteksi di VTR belum dimasukkan tape sesuai dengan time code yang diperlukan, maka akan muncul alert.Selain menampilkan, petugas VTR ini juga merekam kedalam tape dari acara yang sedang diambil gambarnya dalam hal ini adalah acara Insert yang berlangsung. Apabila ada kejadian khusus atau unik, misalnya dari bintang tamu atau presenter sendiri, maka petugas VTR ini akan memberikan detail pada label tape berisi pada time code ke berapa kejadian tersebut berlangsung.

Setelah melihat bagaimana mereka berkoordinasi di dalam Control Room, selanjutnya kami menuju studio dimana Insert sedang berlangsung.Studio terletak tidak jauh dari Control Room dan saat kami masuk terlihat Endra Herlambang, Karina dan Ben Kasyafani lagi shoot. Saat pengambilan di studio seperti ini terdapat beberapa kru yang dilokasi yakni Floor Director dan beberapa Camera Person. Floor Director ini bertugas mengarahkan jalannya pengambilan gambar tentunya berdasarkan run down acara. Ia akan mengarahkan para presenter, misalnya bersiap atau standby saat commercial break akan selesai berdasarkan detail waktu yang ia pegang dari run down acara.

Pengambilan gambar dilakukan secara green screen dan pada tampilan pemirsa terlihat background  yang berbeda. Background ini dibuat oleh tim multimedia. Pada pengambilan model seperti ini peran lighting sangatlah penting.

Contoh pengambilan gambar dengan background green screen di studio

Hasil tayangan gambar Insert yang dilihat pemirsa televisi di rumah

Setelah dirasa cukup, selanjutnya kami menuju ke bagian MCR di lantai 2. Pada bagian MCR atau Master Control Room inilah koordinasi dengan CR dilakukan. Isi dari MCR tidak jauh beda dengan CR, bedanya kru nya lebih sedikit. Setiap kru pada MCR juga memegang run down acara sebagai pedoman mereka. Selain MCR, pada lantai dua ini juga terdapat beberapa bagian yang lain, misalnya Technical On Air(TOA), Quality Control(QC) dan beberapa bagian lainnya termasuk server video. Server video  berkapasitas 4TB ini hanya digunakan untuk menyimpan file video iklan atau promo. Untuk data video lainnya misal program berita atau produksi lainnya disimpan dalam bentuk tape dan disimpan di library.

Bagian terakhir yang kami kunjungi adalah bagian transmisi. Bagian inilah yang bertugas mengurusi pengiriman gambar dan suara ke pemirsa dirumah. Pada bagian ini juga terdapat sebuah televisi dengan antena biasa yang menampilkan gambar siaran untuk mengetahui hasil yang diterima oleh pemirsa televisi dirumah. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, terasa begitu cepat dan tidak terasa kecuali kaki yang pegal-pegal setelah berkeliling hampir  kesemua bagian dan studio di TransTV. Kamipun memutuskan untuk check in ke hotel dan aktivitas di TransTV akan kami lanjutkan keesokan harinya.

I don’t think I need to write here about the Hotel where we going to spend our night for the next 5 days. Just a little information for you that we stay at Maharaja Hotel which not so far from Trans, about 2 minutes walk.

 

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!

Related Posts:

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *