Tren Baru Web Desain : Gradient dan Overlapping Content

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang tren web desain yang muncul di tahun 2017, pada tulisan ini akan dibahas dua tren lagi yakni gradient dan overlapping content. Mungkin yang mengikuti perkembangan tren web desain akan bertanya-tanya sembari mengernyitkan dahinya, “gradien? yang bener?”. Ya gradient, yang dulu sempat mendominasi tampilan web. Gradient dalam web desain dulu sering digunakan pada bagian header dan background. Sedangkan overlapping content apabila diartikan secara bahasa adalah content yang saling tumpang tindih. Baik mari kita bahas kedua tren baru web desain ini.

Gradient Sebagai Tren Baru Web Desain

Gradient memang timbul tenggelam sebagai sebuah tren, baik di dunia web desain ataupun di dunia fashion. Salah satu yang termasuk paling rame dibahas adalah saat Instagram memutuskan untuk memperbarui logo mereka dengan menggunakan gradient. Instagram banyak dihujat habis-habisan. Walaupun dikritik oleh banyak orang, pergeseran dari skeumorphism(meniru obyek pada dunia nyata) menjadi bentuk dengan multi-hued gradient sedikit banyak tentu berdampak.

Dalam web desain, penggunaan gradient memang cara yang sering digunakan untuk menunjukkan beberapa percikan warna atau sebagai cara untuk pamer. Gradient tidak hanya digunakan sebagai background web site, akan tetapi juga digunakan untuk logo. Masih ingat logo olimpiade Rio 2016?. Berikut ini salah satu contoh desain web yang menerapkan gradient sebagai background halaman utamanya.

tren baru web desain gradient

Tampilan dari website Stripe.com

Pantone tahun lalu memutuskan bahwa yang dibutuhkan tidak hanya satu warna, tapi dua warna. Dua warna tersebut adalah Rose Queartz dan juga Serenity. Seperti pada tulisan sebelumnya, tahun ini Pantone memutuskan untuk memilih satu warna yakni Greenery. Meskipun gradient bukan merupakan tren baru web desain, akan tetapi tahun 2017 nampaknya mulai populer kembali.

 

Overlapping Content Pada Web Desain

Berbeda dengan gradient, overlapping content merupakan hal baru dalam web desain. Teknik ini dilakukan dengan menumpang tindihkan content web site. Cara ini akan efektif apabila web memiliki banyak content image. Overlapping tidak hanya cukup dengan menumpuk sebuah elemen diantara element lainnya, akan tetapi bagaimana menyusunnya menjadi sebuah layout yang artistik dan masing-masing content mendapatkan porsinya masing-masing. Sebagai contohnya simak website dari film Hunger Games berikut ini.

tren web desain overlapping content

Dengan menempatkan teks diatas tekstur dan bentuk obyek, menjadi hal yang semakin lumrah. Hal ini membuat perhatian pengunjung web tertuju pada content. Penggunaan drop shadow dilakukan untuk memastikan content tidak tenggelam didalam tekstur dan bentuk obyek. Tentunya ini menjadi perhatian utama mengingat contras merupakan salah satu prioritas utama untuk keterbacaan sebuah content.

Kesimpulan Tentang Tren Web Desain

Setelah menyimak tulisan pertama tentang tren web desain dan dilanjutkan tulisan kedua tentang tren baru web desain dengan gradient dan overlapping content, ada beberapa hal yang dapat kita simpulkan. Beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil diantaranya:

  • Tren dalam dunia fashion, televisi, dan desain interior juga mempengarui tren dalam web desain.
  • Oleh karena itu, inspirasi web desain dapat diambilĀ  dari lingkungan sekitar anda
  • Tidak perlu takut untuk mengadaptasi dan mencampurkan tren yang ada.

Satu hal yang perlu diingat, tahun 2017 masih terus berjalan. Bisa jadi dalam perjalanan tahun 2017 ini akan bermunculan tren baru lainnya.

Be Sociable, Share!

Related Posts:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *