Tren Desain Web Untuk Mobile

Saat tahun 2017 terus berlanjut, salah satu pertanyaan yang sering muncul dibenak para pengembang dan desain web adalah “kemana tren web untuk tahun 2017?”. Sekitar 3 tahun lalu, pembahasan tentang responsive design cukup banyak. Pada tahun 2017 ini responsive design merupakan sesuatu yang normal. Pada tulisan ini sedikit akan kita kupas mengenai tren desain web untuk mobile. Kenapa mobile disertakan? karena tidak bisa dipungkiri pengguna yang mengakses web saat ini sebagian besar menggunakan perangkat mobile.

Pada tahun ini, responsive design merupakan sesuatu yang lumrah. Mengacu data dari smashingmagazine.com, dari 10 website 7 diantaranya sudah responsive. Dengan responsive design, permasalahan ukuran layar telah selesai. Pertanyaannya adalah, selanjutnya apa?

Beberapa waktu lalu, saat kepopuleran Android dan iPhone atau iPad menanjak, memiliki aplikasi mobile yang ada di app store ataupun play store adalah merupakan sebuah kebanggaan. Bahkan beberapa perusahaan meyakini bahwa cukup publish saja ke app store atau play store, dan pengguna akan datang. Web telah mati, itulah keyakinan mereka.

Berdasarkan data dari splitmetric yang menghitung conversion rate dari aplikasi yang ada di app store atau playstore cukup mengejutkan. Hanya 26.4% pengguna yang mengunjungi sebuah halaman app store yang akhirnya memutuskan untuk menginstallnya. Sisa 73.6% lainnya tidak mencoba aplikasi sama sekali. Dari para pengguna yang menginstallnya, rata-rata 99% diantaranya memutuskan untuk tidak melanjutkan penggunaannya lagi setelah 90 hari kemudian. Melihat ini, beberapa pihak yang berpendapat web telah mati menjadi tidak yakin juga terhadap perkembangan aplikasi mobile dan mulai khawatir aplikasi mobile mulai sekarat. Disisi lain, web belumlah mati.

Dengan melihat ini, muncul pertanyaan, kemana arah perkembangan mobile web?

Tren Desain Web Untuk Mobile (Mobile Web)

Apabila mengacu pada panduan Google untuk desain mobile web, maka ada 3 tipe konfigurasi yang perlu kita lakukan. Ketiganya adalah responsive design, dynamic serving, dan separate url. Detail dari masing-masing bisa anda baca pada link panduan tersebut. Berdasarkan panduan tersebut, tim dari Appticles melakukan study terhadap 10.000 website tentang publishing dan ecommerce. Hasil yang diperoleh adalah teknik responsive merupakan yang paling digemari dengan besaran 52%. Pendekatan secara mobile mengalami penurunan menjadi 16% yang pada tahun 2016 mencapai 26%. Metode adaptif cuma 5% dan 3 dari 10 website masih belum dioptimasi untuk mobile.

Tahun lalu Google dan Facebook meluncukurkan inisiatif berupa Accelarated Mobile Pages(AMP) dan Instant Article. Hasil dari riset yang sama diperoleh data bahwa penggunaan AMP melampaui penggunaan Instant Article. Salah satu yang membuat AMP lebih populer adalah keuntungan yang diperoleh berupa traffic yang lebih banyak dari hasil organic search.

tren desain web untuk mobile

Akhir-akhir ini muncul lagi yang baru yakni Progressive Web App atau biasa disingkat dengan PWA. Saat ini PWA sepenuhnya sudah didukung oleh Chrome dan Opera. Dukungan dari Firefox masih dalam tahap pengembangan dan begitu juga Microsoft Edge. Teknologi PWA ini sekilas cukup menarik yakni anda tidak perlu membuat aplikasi mobile terpisah untuk web anda. Justru web anda dapat ditambahkan menjadi aplikasi mobile pada perangkat smartphone pengunjung web anda dengan mudah melalui browser.

Kesimpulan Tren Desain Web Untuk Mobile

Dengan melihat berbagai strategi yang ditempuh, dapat dilihat saat ini tidak hanya mengandalkan aplikasi di App Store ataupun Play Store. Justru mengambil langkah dua-duanya yakni dengan responsive web dan juga mobile app. Selain itu munculnya Google AMP dan Facebook instant article juga menjadi pilihan lain. Kini pilihan lain muncul yakni dengan adanya teknologi baru bernama Progressive Web App(PWA). Menarik sekali apabila PWA ini dapat kita bahas dalam satu tulisan terpisah.

 

Be Sociable, Share!

Related Posts:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *